Sabtu, 07 November 2020

8 Cara Murah Meriah dalam Membantu Sesama

8 Cara Murah Meriah dalam Membantu Sesama


8 Cara Murah Meriah dalam Membantu Sesama

Posted: 06 Nov 2020 09:12 AM PST



Baik orang taat beragama maupun agnostik, kebanyakan orang ingin menunaikan kewajiban sebagai makhluk sosial dengan membantu orang lain yang membutuhkan bantuan. Siapa pun dapat membantu sesama.
Uang bukan satu-satunya hal yang dapat Anda berikan untuk membantu orang lain. Anda dapat menyumbangkan waktu, tenaga, dan bakat Anda. Ada banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk membantu sesama sesuai dengan bakat dan waktu yang mampu Anda berikan. Yang terpenting adalah melakukannya dengan hati yang gembira, tulus dan ikhlas.
Berikut adalah beberapa cara membantu sesama secara murah meriah yang berdampak besar bagi kesejahteraan orang lain dan kepuasan batin Anda sendiri:
1. Donor darah
Jarumnya yang kelihatan besar tidak menyakitkan. Dan jika Anda tidak tahan melihat jarum atau darah, berpaling saja atau pejamkan mata Anda. Biasanya juga ada TV, atau kalau tidak, Anda bisa mengobrol dengan petugas medis yang mengambil darah Anda. Tergantung dari kondisi fisik Anda, donor darah biasanya berlangsung selama sekitar 15 menit.
2. Mengunjungi panti jompo
Dahulu saya dan teman-teman kuliah rutin mengunjungi panti jompo terdekat dan kami akan bernyanyi, membaca puisi atau berlakon untuk para penghuni. Sekarang, saya sendirian mengunjungi panti jompo di dekat rumah saya. Saya tidak cukup berbakat untuk melakukan

Untuk Lebih Lengkap
Silahkan Download Di Sini!!!
Cara Download :
1. Klik Link/ Tulisan Download
2. Anda akan menemukan halaman baru adf.ly/
3. Klik pojok kanan atas Skip.

4. Pilih tombol Allowpada pojok kiri atas
5. Kini anda bisa Download  Gratis

Jumat, 06 November 2020

7 Tips dalam Memilih Teman

7 Tips dalam Memilih Teman


7 Tips dalam Memilih Teman

Posted: 05 Nov 2020 09:09 AM PST



Keputusan demi keputusan yang Anda buat dalam perjalanan hidup Anda, menentukan akan menjadi apa Anda suatu hari nanti.
Dalam proses menemukan jati diri, tak jarang remaja membuat kesalahan dalam mengambil langkah. Kurangnya dukungan serta arahan dari orang tua, bisa membuat remaja mengalami krisis keteladanan, jangan biarkan putra-putri Anda mengalaminya, dampingi mereka selalu dan biarkan teladan-teladan baik Anda akan selalu dipakainya hingga dia tua nanti.
Para remaja sangat identik dengan kebersamaan, persahabatan serta kesetiaan. Setiap remaja pasti menginginkan dirinya untuk menjadi popular, dihargai dan diterima. Di dalam keluarga, apabila seorang remaja merasa tidak dihargai dan tidak diterima, maka pemberontakan yang akan dilakukannya, dia akan mencari orang lain di luar lingkup keluarga yang bersedia menerima dia, menghargainya serta mendukungnya.
Umumnya, pengaruh terbesar seorang remaja adalah dari teman-temannya. Tak sedikit remaja yang jatuh ke dalam perbuatan negatif, akibat pengaruh buruk dari teman-temannya. Supaya dapat diterima oleh kawan-kawannya, biasanya para remaja dipaksa harus dapat menyesuaikan diri dengan tradisi yang berlaku di dalam komunitas mereka. Sebagai orang tua, Anda boleh merasa tenang, apabila putra-putri Anda memiliki teman-teman yang baik. Namun sebaliknya, Anda harus waspada serta was-was, apabila putra-putri Anda salah dalam memilih teman.
Para remaja, kehidupan Anda adalah sebuah anugrah, kesempatan yang diberikan hanya sekali oleh Tuhan, supaya Anda memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Keputusan demi

Untuk Lebih Lengkap
Silahkan Download Di Sini!!!
Cara Download :
1. Klik Link/ Tulisan Download
2. Anda akan menemukan halaman baru adf.ly/
3. Klik pojok kanan atas Skip.

4. Pilih tombol Allowpada pojok kiri atas
5. Kini anda bisa Download Gratis

Kamis, 05 November 2020

MAKLAH PRINSIP DEMOKRASI DALAM PELAKSANAAN PEMILU DI INDONESIA LENGKAP

MAKLAH PRINSIP DEMOKRASI DALAM PELAKSANAAN PEMILU DI INDONESIA LENGKAP


MAKLAH PRINSIP DEMOKRASI DALAM PELAKSANAAN PEMILU DI INDONESIA LENGKAP

Posted: 04 Nov 2020 09:03 AM PST


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Negara Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang berusaha membangun system politik demokrasi sejak menyatakan kemerdekaaan dan kedaulatannya pada tahun 1945. Namun, banyak kalangan berpendapat bahwa sesungguhnya negara Indonesia hingga sekarang ini masih dalam tahap "demokratisasi". Artinya, demokrasi yang kini dibangun belum benar-benar berdiri dengan mantap. Masih banyak yang harus dibangun dalam hal demokrasi, bukan saja berkaitan dengan system politik kenegaraan, tetapi dalam arti yang lebih luas adalah mencakup bidang budaya, hukum, dan perangkat-perangkat lain yang penting bagi tumbuhnya demokrasi dan masyarakat madani.
Sebagai sebuah gagasan negara demokrasi yang memenuhi persyaratan-persyaratan ideal-universal, negara Indonesia telah mencoba untuk menerapkannya. Sejak awal kemerdekaan negara Indonesia, berbagai hal berkenaan dengan hubungan negara dan masyarakat telah diatur di dalam UUD 1945. Para founding fathers (pendiri negara) berkeinginan kuat agar system politik Indonesia mampu mewujudkan pemerintahan yang melindungi segenap tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, dan ikut dalam perdamaian dunia. Hal-hal inilah yang melandasi gagasan-gagasan besar bangsa dan rakyat Indonesia yang ingin diwujudkan melalui "cita moral" dan "cita hukum" sebagaimana termakhtub dalam Pembukaan UUD 1945.
Langkah awal demokratisasi di Indonesia dilakukan melalui penebitan Maklumat Wakil Presiden No. X, tanggal 3 November 1945 tentang anjuran untuk membentuk partai politik. Kemudian langkah berikut adalah segera dilaksanakan pemilu untuk memilih anggota DPR yang diselenggarakan pada tahun 1946. Namun, beum siapnya perangkat perundang-undangan yang mengatur pemilu dan instabilitas akibat pemberontakan dan silih bergantinya cabinet mengakibatnya pemilu sampai dengan tahun 1950 belum dapat terselenggara. Dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 7 tahun 1953, pelaksanaan pemilu pertama kali di Indonesia yang ditunggu-tunggu dapat terselenggara pada tahun 1955 yang diikuti oleh lebih dari 30 (tiga puluh) peserta dari perorangan (independen) dan partai politik.
Pada era berikutnya, pelaksanaan pemilu sebagai sarana demokrasi baik pada masa orde baru maupun era reformasi terselenggara dengan baik. Pilihan ideology dan system politik demokrasi Pancasila sebagai dasar dan falsafah  negara Indonesia merupakan hasil kristalisasi nilai-nilai luhur budaya bangsa yang akan menjadi pedoman dalam kehidpan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Meskipun praktik-praktik demokrasi Pancasila pada masa lalu menunjukkan pengalaman yang kurang baik, bukan berarti nilai-nilai Pancasila tidak memiliki hubungan dengan system politik demokrasi yang berkembang hingga saat ini.
Sejak awal kemerdekaan para pendiri negara dan bangsa Indonesia telah sepakat merumuskan Pancasila sebagai dasar negara sehingga sila-sila Pancasila yang tercantum di dalamnya merupakan nilai-nilai dasar yang melandasi penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis. Singkatnya pelaksanaan demokrasi di Indonesia dalam perjalanannya mengalami pasang surut. Hal itu ditandai dengan perubahan bentuk demokrasi yang pernah dilaksanakan di Indoneisa.

1.2.Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, dapat kita ambil rumusan masalah adalah sebagai berikut:
1.2.1.                  Apa pengertian demokrasi ?
1.2.2.                  Bagaimana demokrasi di Indonesia serta pelaksanaannya?
1.2.3.                  Apa pengertian pemilu?
1.2.4.                  Apakah tujuan dari pemilu?
1.2.5.                  Bagaimana pelaksanaan pemilu di Indonesia?

1.3.Tujuan Masalah
Tujuan masalah dari latar belakang di atas adalah:
1.3.1.                  Untuk mengetahui pengertian demokrasi
1.3.2.                  Untuk mengetahui pelaksanaan demokrasi di Indonesia
1.3.3.                  Untuk mengetahui pengertian dari pemilu
1.3.4.                  Untuk mengetahui tujuan dari pemilu
1.3.5.                  Untuk mengetahui pelaksanaan pemilu di Indonesia

Untuk Lebih Lengkap
Silahkan Download Di Sini!!!
Cara Download :
1. Klik Link/ Tulisan Download
2. Anda akan menemukan halaman baru adf.ly/
3. Klik pojok kanan atas Skip.
4. Pilih tombol Allowpada pojok kiri atas
5. Kini anda bisa Download Gratis

Rabu, 04 November 2020

MAKLAAH Serbuan Jepang Ke Berbagai Negara di Kawasan Pasifik

MAKLAAH Serbuan Jepang Ke Berbagai Negara di Kawasan Pasifik


MAKLAAH Serbuan Jepang Ke Berbagai Negara di Kawasan Pasifik

Posted: 03 Nov 2020 09:02 AM PST


BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kira-kira 75 tahun yang lalu, tepatnya 7 Desember 1941. Terjadi serangan militer mendadak yang menggemparkan seluruh dunia, terutama publik Amerika Serikat. Yak, mungkin beberapa di antara lo ada yang bisa nebak, serangan yang gua maksud adalah serangan atas pangkalan militer AS di Pearl Harbor (Kepulauan Hawaii) oleh 400+ pesawat tempur imperialis Jepang. Serangan ini begitu mengejutkan karena dilakukan tanpa peringatan atau deklarasi perang apapun. Terlebih, hal ini dilakukan oleh sebuah negara yang selama ini mengucilkan diri dari dunia luar. Sebuah negara yang sekilas tidak punya kepentingan apapun pada percaturan politik dunia, tiba-tiba saja melakukan serangan mendadak pada salah satu negara superpower, yang juga sekaligus menjadi pemicu Perang Dunia II.
"Kenapa yah Jepang cari gara-gara aja nyerang Pearl Harbor? Padahal selama ratusan  tahun Jepang selalu menutup diri terhadap dunia luar. Kenapa tiba-tiba Jepang ikut memulai Perang Dunia II?"
Terkait dengan pertanyaan di atas, banyak orang menyamakan kondisi Jepang dengan Jerman: "Ah, keduanya kan sama-sama dikuasai diktator dan militerisme yang berniat menguasai dunia!" Pada kenyataannya, tidak sesederhana itu. Penyebab, latar belakang, akar masalah Jepang menyerang Pearl Harbor dan memulai PD2 di Pasifik berbeda jauh dari latar belakang Jerman memulai PD2 di Eropa. Nah, untuk mengurai akar masalahnya ini, mari kita telusuri bersama sejarah budaya Jepang yang menarik ini.
Kita akan mulai penelusuran sejarah ini pada masa ketika kekuasaan kaum samurai mulai berakhir, yaitu sekitar pertengahan abad ke-19. Jepang saat itu adalah "Negara pertapa" yang menutup diri secara total selama ribuan tahun terhadap dunia luar. Tidak ada orang asing yang boleh menginjakkan kakinya di Jepang. Sama seperti orang Jepang juga tidak boleh pergi meninggalkan kepulauan Jepang. Secara praktis, orang Jepang ga pernah punya kontak sama sekali dengan orang asing. Bagi masyarakat Jepang, dunia di luar Jepang adalah ibarat planet lain yang penuh misteri.
Politik isolasi Jepang akhirnya menerima tantangan dari pihak luar pada 31 Maret 1854, Komodor Matthew Perry dari AL Amerika Serikat dengan 10 kapal perangnya memborbardir pantai timur Jepang serta MEMAKSA Jepang untuk mengakhiri pertapaannya. Pada saat itulah untuk pertama kalinya, orang-orang Jepang melihat teknologi militer yang begitu berbeda dengan persenjataan mereka yang masih menggunakan katana, wakizashi, yari, yumi, dll.
U.S. naval officer Commodore Matthew Perry meets the imperial commissioners at Yohohama, Japan. Illustration from the official narrative of the expedition. Image published: 1856.
Kedatangan Matthew Perry dan tentara AS ke pantai Edo Jepang begitu menggemparkan seluruh masyarakat Jepang. Para bangsawan takut, rakyat kecewa, mereka mulai berpikir bahwa pemerintah Jepang gagal & tidak berdaya menghadapi kapal perang asing. Singkat cerita, kekecewaan rakyat dan para bangsawan berhasil memaksa pemerintahan Jepang saat itu (Shogun Tokugawa) untuk digulingkan. Para masyarakat berharap pemerintahan kembali dipimpin oleh sang Kaisar yang selama ini dipasung kekuasaannya serta dikurung di dalam istananya sendiri oleh pemerintahan Tokugawa.
Penggulingan ini berhasil, dan berdirilah negara Jepang "modern", negara yang mulai menerapkan prinsip politik ala Barat seperti parlemen, tentara profesional, wajib militer modern, sistem kabinet, dan lain-lain. Ribuan anak-anak muda Jepang dikirim untuk kuliah di Inggris, Perancis, Jerman, dan lain-lain, untuk menjadi motor pembangunan negara Jepang baru!
Jepang yang "memodernkan" pemerintahan dan militernya berhasil mengalahkan 2 negara raksasa: Cina (1894 – 1895) dan Rusia (1904 – 1905). Di bidang politik, Jepang juga berhasil menjadi sekutu negara terkuat di dunia waktu itu, yaitu Inggris (1902). Kemenangan dan persekutuan ini membuat gengsi, kepercayaan diri seluruh bangsa Jepang membumbung tinggi ke langit! Modernisasi sudah sukses! Sudah saatnya Jepang menjadi penguasa Asia!
Ketika Inggris terlibat dalam Perang Dunia 1, Jepang turut bergabung sebagai sekutu Inggris. Inggris sangat terbantu oleh Jepang yang berperan sebagai penjaga wilayah jajahan Inggris di Asia, sementara kapal perang Inggris dipulangkan untuk menghadapi armada tempur Jerman. Singkat kata, ketika PD1 berakhir, Jepang sebagai sekutu Inggris berada di pihak pemenang!
Pasca PD1, percaturan politik dunia masih sangat panas. Banyak negara yang khawatir ancaman perang di kemudian hari bisa membuat negaranya hancur. Berbagai ketegangan politik paska perang, membuat banyak negara berlomba-lomba membangun armada tempur, termasuk Amerika, Inggris, dan Jepang. Dalam lomba ini, tentu Jepang yang bercita-cita menguasai Asia Pasifik tidak mau ketinggalan. Ini saatnya Jepang menunjukkan dirinya sebagai penguasa Asia!
Namun demikian, perlombaan ini nampaknya tidak sehat bagi perekonomian dalam jangka panjang. Yah namanya bikin kapal perang kan pasti menguras banyak anggaran negara. Untuk itu pada 12 November 1921- 6 February 1922, diselenggarakan sebuah konferensi internasional (Washington Naval Conference) yang dihadiri oleh semua kekuatan militer laut terkuat di dunia. Tujuan utamanya adalah untuk meredakan perlombaan industri militer.  Bagi negara Jepang sendiri, ada 2 point yang bisa gua highlight dari perjanjian tersebut:
1. Semua pihak WAJIB MEMBATASI ARMADA TEMPURNYA! Jumlah berat kapal tempur (battleship) Amerika dan Inggris dibatasi cuma 525 ribu ton! Untuk Jepang, batasnya lebih kecil: 315 ribu ton! Artinya, perbandingannya 5:5:3.
2. Selama persekutuan Inggris dan Jepang masih ada, artinya armada Amerika Serikat akan dikeroyok oleh 2 armada ini! Jadi supaya kekuatannya seimbang, persekutuan Inggris dengan Jepang wajib diakhiri.
dokumentasi foto pertemuan konferensi kekuatan laut dunia (1921)
Dalam menanggapi 2 poin perjanjian ini, para pemimpin Jepang terbagi menjadi beberapa faksi. Ada yang mendukung, ada juga yang menolak. Tanpa sadar, perpecahan politik internal Jepang ini menjadi bibit masalah yang nantinya akan menyeret Jepang pada Perang Dunia II:
B. TUJUAN
1. Mengetahui dan memahami tentang perang pasifik
2. Latar belakang jepang menjajah negara asia pasifik
3. Mengetahui negara-negara jajahan jepang di asia pasifik

Untuk Lebih Lengkap
Silahkan Download Di Sini!!!
Cara Download :
1. Klik Link/ Tulisan Download
2. Anda akan menemukan halaman baru adf.ly/
3. Klik pojok kanan atas Skip.
4. Pilih tombol Allowpada pojok kiri atas
5. Kini anda bisa Download Gratis

Selasa, 03 November 2020

MAKALH FULL DAY SCHOOL

MAKALH FULL DAY SCHOOL


MAKALH FULL DAY SCHOOL

Posted: 02 Nov 2020 09:55 AM PST


BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Konsep full day school (sekolah sehari penuh) merupakan konsep kegiatan belajar-mengajar di sekolah direncanakan akan berlangsung selama 12 jam dan dua kali libur dalam seminggu (sabtu dan minggu). Alasan penerapannya adalah bahwa konsep full day school akan membangun karakter siswa agar tidak menjadi "liar" seperti tawuran atau penyimpangan lainnya ketika berada di luar sekolah karena orang tua masih belum pulang kerja. Juga dengan alasan agar orang tua yang sedang bekerja tidak perlu repot-repot memikirkan anak mereka dan mengawasi tepat waktu. Di satu sisi memang konsep ini menguntungkan para orang tua yang sibuk bekerja sampai sehari penuh. Namun disisi lain perlu diingat bahwa tidak semua orang tua, terutama kaum ibu di Indonesia bekerja di sektor formal dari pagi sampai sore.
Banyak para pakar menilai alasan kondisi keluarga yang bekerja tidaklah logis karena masing-masing keluarga memiliki kondisi yang berbeda. Oleh karenanya, tidak bisa digeneralisasikan bahwa sekolah full day school bisa menyelesaikan masalah secara komprehensif di seluruh Indonesia dalam hal pekerjaan atau kesibukan orang tua. Permasalahan lainnya juga muncul dalam hal ketidakseragaman lingkungan belajar di seluruh Indonesia. Konsep sekolah full day school mungkin saja cocok diterapkan di beberapa sekolah perkotaan (urban) dimana tingkat kesibukan kedua orang tua sangat tinggi. Begitu juga di sekolah berasrama (boarding school) dimana kegiatan siswa dipantau selama 24 jam dan memiliki fasilitas asrama. Tetapi, konsep sekolah full day school ini belum layak jika diterapkan di sekolah non-urban dimana kebanyakan orang tua memiliki jadwal kerja fleksibel, adaptis dan memiliki lebih banyak waktu bersama anak-anak mereka di rumah. Konsep ini juga tidak cocok diterapkan pada sekolah non-asrama yang tidak memiliki fasilitas asrama untuk istirahat sejenak atau ganti baju seperti di pesantren.
Kemudian, alasan berikut untuk mengurangi kegiatan tawuran siswa di luar sekolah juga tidak rasional karena hanya sebagian kecil saja siswa di Indonesia yang melakukan tawuran. Dari segi geografis, masih banyak siswa di daerah pedalaman yang harus menempuh jarak ke sekolah sampai 5-10 kilometer dan mengahabiskan waktu sampai tiga jam. Tanpa program full day school pun mereka akan sampai di rumah pada sore hari dan jika full day school dipaksakan, anak-anak ini akan sampai di rumah pada malam hari, justru ini akan menambah lagi beban berat bagi mereka. Dalam hal lain, kegiatan siswa selepas pulang sekolah juga beragam dan tidak bisa dipaksakan seragam. Ada siswa yang diajarkan orang tuanya berbisnis dengan menjaga toko atau kios, berkebun di ladang, menangkap ikan di laut, dan mengembala sapi di sawah. Ada juga yang menghabiskan waktunya untuk bermain dan berinteraksi bersama teman-teman sebayanya di sekitar rumah. Maka, penyeragaman konsep full day school tidak akan efektif karena suasana, sarana-prasarana dan kebutuhannya berbeda apalagi bagi anak-anak yang rumahnya jauh dari sekolah di daerah pelosok.
Selain belum cocok diterapkan di sekolah non-urban dan non-asrama, model full day school ini juga belum efektif diimplementasikan di sekolah negeri. Terutama sekolah yang masih terbelakang dalam masalah fasilitas seperti komputer, internet, ruangan ber-AC, toilet bersih, lapangan olahraga, dan sarana bermain, ditambah lingkungan sekolah yang tidak nyaman, panas, dan berdebu. Bayangkan saja jika kondisi sedemikian rupa, tanpa program full day school sekalipun akan membuat peserta didik stress dan cepat-cepat ingin pulang. Belum lagi dengan siswa yang lapar di sore hari karena uang jajan sudah habis di waktu pagi. Dalam hal ini, orang tua harus menyediakan uang jajan lebih dan cukup sampai sore hari agar anaknya tidak kelaparan. Tentu keadaan seperti ini sangat tidak cocok untuk keluarga kelas menengah ke bawah, kecuali pihak sekolah bersedia menyediakan bekal makan siang gratis atau jajanan untuk siswa sampai sore hari. Selain lingkungan sekolah yang menyenangkan, kehadiran guru kreatif dan interaktif juga sangatlah penting. Namun sangat sedikit guru dan lingkungan sekolah yang mampu memotivasi siswa agar betah di sekolah.
Contoh kecilnya saja jika ada pengumuman rapat guru, para siswa akan sangat senang karena tidak ada kegiatan belajar-mengajar. Fenomena ini menunjukkan bahwa kegiatan belajar-mengajar di sekolah belum menyenangkan dan dirindukan peserta didik. Selain menjadi beban baru bagi peserta didik, tentu konsep full day school ini juga akan membawa beban baru bagi guru-guru dimana tugas mereka seharian bukan hanya di sekolah saja tetapi juga di rumah bersama keluarga. Meskipun demikian, konsep sekolah full day school ini tidak seluruhnya salah jika didesain dan diformulasikan dengan baik dan tidak buru-buru. Oleh karenanya, perlu adanya kajian mendalam guna mempersiapkan konsep yang matang agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat. Dalam merumuskan konsep ini kementerian harus menerima dan mempertimbagkan masukan dari berbagai pihak. Jikapun nanti diterapkan, seyogianya harus diimplemantasikan secara bertahap dan tidak langsung merata ke seluruh sekolah di Indonesia. Stakeholder harus memerhatikan dan menyesuaikan dengan kebutuhan siswa yang beragam, kondisi geografis dan kearifan lokal setiap daerah. Sekolah juga harus menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang bisa dipilih sesuka siswa dan harus representatif. Lingkungan sekolah yang ramah anak, nyaman dan menyenangkan juga harus diperhatikan dalam menjalankan kebijakan baru ini. Dalam hal kesibukan orang tua bekerja, kementerian juga harus memetakan daerah mana saja yang tingkat kesibukan kedua orang tua tinggi sehingga cocok untuk diterapkan full day school. Meskipun demikian, penerapan konsep full day school tidak boleh menjauhkan hubungan antara anak-orang tua baik secara kuantitas ataupun kualitas waktu. Seyogianya, orang tua juga tidak boleh lepas tangan dan menyerahkan segala tanggung jawab kepada sekolah, jika ini terjadi, maka fungsi sekolah full day school tak lebih sekedar sebagai tempat penitipan anak. Dalam hal ini, ada beberapa sekolah swasta yang sukses menerapkan konsep sekolah full day school dengan melibatkan orang tua dalam kegiatan belajar tambahan. Sekolah ini telah membuktikan bahwa konsep full day school tidak mengenyampingkan peran orang tua terhadap anak di sekolah. Dengan adanya peran orang tua di sekolah, justru akan terbentuk komunikasi yang baik antara orang tua-guru. Kolaborasi seperti ini juga akan melahirkan anak didik yang berkualitas secara intelektual, emosianal dan spiritual.
Meskipun konsep sekolah full day school dilaksanakan, pemerintah harus tetap mendorong peran keluarga atau partisipasi orang tua dalam pendidikan anak. Bagaimanapun juga orang tua adalah sekolah dan guru pertama anak yang memiliki peran sangat signifikan sebagai penentu kesuksesan mereka terutama melalui keteladanan.

Untuk Lebih Lengkap
Silahkan Download Di Sini!!!
Cara Download :
1. Klik Link/ Tulisan Download
2. Anda akan menemukan halaman baru adf.ly/
3. Klik pojok kanan atas Skip.
4. Pilih tombol Allowpada pojok kiri atas
5. Kini anda bisa Download Gratis

Senin, 02 November 2020

makalh etos kerja dalam islam

makalh etos kerja dalam islam


makalh etos kerja dalam islam

Posted: 01 Nov 2020 09:53 AM PST


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Agama Islam yang berdasarkan al-Qur'an dan al-Hadits sebagai tuntunan dan pegangan bagi kaum muslimin mempunyai fungsi tidak hanya mengatur dalam segi ibadah saja melainkan juga mengatur umat dalam memberikan tuntutan dalam masalah yang berkenaan dengan kerja.
Rasulullah SAW bersabda:
اعْـمَـلْ لِـدُنْـيَاكَ كَأَنَّكَ تَعِـيْشُ اَبَـدًا وَاعْـمَـلْ لِاخِـرَتِكَ كَأَنَّكَ تَـمُوْتُ غَـدًا  )رواه  الـبيهقى(
Artinya : "Bekerjalah untuk duniamu seolah - olah kamu akan hidup selama-lamanya dan bekerjalah untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok pagi".(HR. Al Baihaqi)

Amalan di dunia ini bukan semata-mata untuk kepentingan manusia secara individual saja, tetapi untuk kemaslahatan seluruh manusia dan ketertiban kehidupan manusia. Tidaklah pantas bagi manusia hidup di dunia ini sekedar untuk mengambil dan tidak pernah memberi sesuatu hasil dari jerih payahnya. Kerja dan pekerjaan merupakan suatu aspek kehidupan manusia guna mewujudkan kemakmuran hidupnya.
Bekerja adalah fitrah dan sekaligus merupakan salah satu identitas manusia, sehingga bekerja yang didasarkan prinsip-prinsip iman tauhid, bukan saja menunjukkan fitrah seorang muslim, tetapi sekaligus meninggikan martabatnya sebagai Abdullah (hamba Allah) yang mengelola seluruh alam sebagai bentuk dari cara dirinya mensyukuri kenikmatan dari Allah Rabbul 'alamin. Di antara manusia ada yang enggan bekerja dan berusaha dengan alasan bertawakal dan pasrah kepada allah SWT. Menunggu rezeki dari langit. Mereka salah memahami ajaran Islam, pasrah kepada Allah tidak berarti meninggalkan amal dan usaha yang merupakan sarana untuk memperoleh rezeki. Dengan demikian sangat besar tuntutan untuk bekerja, tidak ada alasan lagi bahwa kaum muslimin berada dalam kemunduran, pengangguran, kemiskinan dan keterbelakangan. Terlihatnya realita kehidupan umat seperti kemunduran, pengangguran, kemiskinan dan keterbelakangan ternyata melahirkan sinyalemen bahwa keadaan umat yang demikian dikarenakan umat muslim tersebut menderita kelemahan etos kerja.
Masalah etos kerja menjadi salah satu bahan pembicaran yang ramai di masyarakat. Pembicaraan itu tidak jarang dalam suasana khawatir bahwa jika sebagai bangsa atau umat muslim tidak dapat menumbuhkan etos kerja yang baik, maka kemungkinan besar umat Islam akan tetinggal oleh umat non-Muslim yang telah maju dan makmur. Dengan demikian perlu adanya kesadaran yang mendalam dalam pribadi muslim untuk menumbuhkan semangat bekerja. Dengan cara pandang seperti ini, sadarlah bahwa setiap muslim tidaklah akan bekerja hanya sekedar bekerja, asal mendapat gaji, dapat surat pengangkatan atau sekedar menjaga gengsi supaya tidak disebut sebagai pengangguran karena kesadaran bekerja secara produktif serta dilandasi semangat tauhid dan tanggungjawab uluhiyah merupakan salah satu ciri khas karakkter pribadi muslim.
Berkenaan dengan uraian di atas, penulis tertarik untuk mengangkat etos kerja sebagai topik penelitian dan berkeinginan mengadakan penelitian yang lebih mendalam dalam bentuk studi literature secara spesifik dengan judul: ETOS KERJA DALAM PERSPEKTIF ISLAM.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah: Bagaimanalah Etos kerja dalam perspektif  ISLAM ?

Untuk Lebih Lengkap
Silahkan Download Di Sini!!!
Cara Download :
1. Klik Link/ Tulisan Download
2. Anda akan menemukan halaman baru adf.ly/
3. Klik pojok kanan atas Skip.
4. Pilih tombol Allowpada pojok kiri atas
5. Kini anda bisa Download  Gratis

Minggu, 01 November 2020

Makalah_perkembangan_orang_dewasa

Makalah_perkembangan_orang_dewasa


Makalah_perkembangan_orang_dewasa

Posted: 31 Oct 2020 10:52 AM PDT


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Masa dewasa merupakan masa tenang setelah mengalami berbagai aspek gejolak perkembangan pada masa remaja. Masa dewasa juga merupakan masa pematangan kemampuan dan karakteristik yang telah dicapai pada masa remaja. Usia di atas 20 tahun dikelompokkan sebagai usia dewasa. Kelompok usia dewasa dibagi lagi menjadi kelompok dewasa muda (20 tahun sampai 40 tahun) dan dewasa (40 tahun sampai 65 tahun ke atas).
Tiap rentang usia memiliki karakteristik sendiri, tetapi karakteristik tersebut tidak sedinamis dan beragam seperti karakteristik perkembangan pada rentang-rentang usia sebelumnya. Hampir seluruh aspek kepribadian mencapai puncak kematangannya pada akhir masa adolesen, atau awal masa dewasa muda. Pada usia dewasa, terutama dewasa muda perkembangan masih berlngsung, pada usia dewasa ada aspek-aspek lainnya berjalan lambat atau berhenti. Bahkan ada aspek-aspek yang mulai menunjukkan terjadinya kemunduran-kemunduran.
Aspek jasmaniah mulai berjalan lamban, berhenti dan secara berangsur menurun. Aspek-aspek psikis (intelektual-sosial-emosional-nilai) masih terus berkembang, walaupun tidak dalam bentuk penambahan atau peningkatan kemampuan tetapi berupa perluasan dan pematangan kualitas. Pada akhir masa dewasa muda (sekitar usia 40 tahun), kekuatan aspek-aspek psikis ini pun secara berangsur ada yang mulai menurun, dan penurunannya cukup drastis pada akhir usia dewasa.

B. Rumusan Masalah
1. Apa karakteristik perkembangan masa dewasa?
2. Bagaimana perbedaan individual masa dewasa?
3. Apa saja kebutuhan-kebutuhan masa dewasa?

C. Tujuan
Dengan mempelajari perkembangan masa dewasa, diharapkan dapat menambah pengetahuan kita tentang :
1. Apa karakteristik perkembangan masa dewasa.
2. Bagaimana perbedaan individual masa dewasa.
3. Apa saja kebutuhan-kebutuhan masa dewasa

Untuk Lebih Lengkap
Silahkan Download Di Sini!!!
Cara Download :
1. Klik Link/ Tulisan Download
2. Anda akan menemukan halaman baru adf.ly/
3. Klik pojok kanan atas Skip.
4. Pilih tombol Allowpada pojok kiri atas
5. Kini anda bisa Download Gratis